Selasa, 23 Juni 2015

ANTIMIKROBA

ANTIMIKROBA

1.       Defenisi
Antimikroba (AM) adalah obat pembasmi mikroba yang merugikan manusia. Dalam pembicaraan di sini, yang dimaksudkan dengan mikroba terbatas pada jasad renik yang tidak termasuk kelompok parasit
Antibiotik ialah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain. Obat yang digunakan untuk membasmi mikroba, penyebab infeksi pada manusia, ditentukan harus memiliki sifat toksisitas selektif setinggi mungkin. Artinya, Obat tersebut haruslah bersifat sangat toksik untuk hospes.

2.       Aktifitas dan Spektrum
Berdasarkan sifat toksisitas selektif , ada antimikroba yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba, dienal sebagai aktivitas bakteriostatik: dan ada yang bersifat membunuh mikroba , dikenal sebagai aktivitas bakterisid. Kadar minimal yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan mikroba atau membunuhnya, masing-masing dikenalsebagai kadar hambat minimal KHM) dan kadar bunuh minimal (KBM)
Sifat antimiroba dapat berbeda satu dengan yang lainnya. Umpamanya, penisilin G bersifat aktif terutama terhadap bakteri Gram-positif sedangkan bakteri Gram –negatif pada umumnya tidak peka terhadap penisilin G.

3.       Mekanisme Kerja
·         Antimikroba menghambat metaboisme sel mikroba
·         Antimikroba menghambat sintesis dinding sel mikroba
·         Antimikroba mengganggu keutuhan membran sel mikroba
·         Antimikroba menghambat sintesis sel mikroba
·         Anti mikroba menghambat sintesis asam nukleat sel mikroba
·          
4.       Resistensi
Secara garis besar kuman dapat menjadi resisten terhadap suatu AM melalui 3 mekanisme:
                                I.            Obat tidak dapat mencapai tempat kerjanya didalam sel mikroba. Pada kuman Gram-negatif, molekul AM yang kecil dan polar dapat menembus dinding luar dan masuk ke dalam sel melalui lubang-lubang kecil yang disebut porin. Bila porin menghilang atau mengalami mutasi maka masuknya AM ini akan terhambat.
                              II.            Inaktivasi obat, mekanisme ini sering mengakibatkan terjadinya resistensi terhadap golongan aminoglikosida dan beta laktam karena mikroba mampu membuat enzim yang merusak kedua golongan AM tersebut
                            III.            Mikroba mengubah tempat ikatan ( binding site ) AM. Mekanisme ini terlihat pada S. Aureus yang resisten terhadap metisilin (MRSA).



SUMBER: Farmakologi dan Terapi FK:UI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar