Perjalanan Sang
Bintang
Seperti halnya manusia, bintang pun memiliki siklus-siklus
kehidupan. Ia lahir, berkembang, dewasa, tua, kemudian mati. Semua ini terjadi
karena bintang pun makhluk ciptaaan Allah SWT. Setiap detak kehidupannya,
terikat dengan hukum-hukum yang telah digariskan. Ia hadir sesuai dengan
kehendak-Nya. Ia menjalani hidup sesuai dengan ketetapan- Nya. Ia pun mati
sesuai dengan skenario yang telah diatur-Nya.
Ada sebuah teori dari Hertzprung-Russel yang menggambarkan
bagaimana sebuah bintang mengakhiri hidupnya. Sebuah bintang besar yang
kehabisan atom hidrogen di intinya, biasanya akan menggunakan persediaan
hidrogenyang ada di lapisan lebih luar, demikianlah selanjutnya. Pada saat-saat
menjelang kematiannya, bintang tersebut tampak menggelembung dan bersinar
sangat cemerlang.
Setelah fase ini usai, dengan memberikan yang terbaik akan
mengempis dan menjadi sebuah bintang kecil bewarna putih dan bergravitasi
tinggi. Bintang tersebut menjadi sumber nilai yang bijaksana, sederhana,suci
dan sangat berbobot.Namanya adalah ‘bajang putih’.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar