Selasa, 23 Juni 2015

PERJALANAN SANG BINTANG

Perjalanan Sang Bintang

Seperti halnya manusia, bintang pun memiliki siklus-siklus kehidupan. Ia lahir, berkembang, dewasa, tua, kemudian mati. Semua ini terjadi karena bintang pun makhluk ciptaaan Allah SWT. Setiap detak kehidupannya, terikat dengan hukum-hukum yang telah digariskan. Ia hadir sesuai dengan kehendak-Nya. Ia menjalani hidup sesuai dengan ketetapan- Nya. Ia pun mati sesuai dengan skenario yang telah diatur-Nya.

  
Sejak awal mula dilahirkan, ukuran atau massa bintang mengalami perkembangan. Oleh karena itu, dilihat dari massanya, para bintang dikelompokkan menjadi bintang bermassa sangat kecil, kecil, sedang dipengaruhi oleh kapasitas massanya. Makin kecil massa bintang, makin lambat waktu yang ditempuh dari awal kelahirannya samapai akhir kehidupannya. Sebaliknya, makin besar massa bintang, makin cepat pula akhir hidupnya
Ada sebuah teori dari Hertzprung-Russel yang menggambarkan bagaimana sebuah bintang mengakhiri hidupnya. Sebuah bintang besar yang kehabisan atom hidrogen di intinya, biasanya akan menggunakan persediaan hidrogenyang ada di lapisan lebih luar, demikianlah selanjutnya. Pada saat-saat menjelang kematiannya, bintang tersebut tampak menggelembung dan bersinar sangat cemerlang.

Setelah fase ini usai, dengan memberikan yang terbaik akan mengempis dan menjadi sebuah bintang kecil bewarna putih dan bergravitasi tinggi. Bintang tersebut menjadi sumber nilai yang bijaksana, sederhana,suci dan sangat berbobot.Namanya adalah ‘bajang putih’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar